Kabel UTP

    

      Untuk memahami fungsi kabel UTP maka lebih baik kita membahas dahulu tentang apa itu pengertian kabel UTP atau kepanjangannya Unshielded twisted-pair. Kabel UTP adalah jenis kabel yang terbuat dari bahan penghantar tembaga, memiliki isolasi dari plastik dan terbungkus oleh bahan isolasi yang mampu melindungi dari api dan kerusakan fisik.

      Kabel UTP terdiri dari empat pasang inti kabel yang saling berbelit yang masing-masing pasang memiliki kode warna berbeda. Kabel UTP tidak memiliki pelindung dari interferensi elektromagnetik, namun jenis kabel ini banyak digunakan karena harga yang relatif murah dan fungsinya yang memang sudah sesuai dengan standar yang diharapkan.


       Fungsi kabel UTP yaitu digunakan sebagai kabel jaringan LAN (Local Area Network) pada sistem jaringan komputer, dan biasanya kabel UTP mempunyai impedansi kurang lebih 100 ohm, serta dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan kemampuannya sebagai penghantar data.


      Dalam pemakaian sehari-hari, kabel UTP sudah sangat baik digunakan sebagai kabel jaringan komputer misalnya dalam kegunaan ruang kantor atau dalam sistem jaringan suatu perusahaan. Mengenai beberapa kelemahan dan kekurangan kabel UTP yang tidak tahan terhadap medan elektromagnetik dan kerusakan benturan benda keras, masih bisa diatasi dengan memasang pelindung luar misalnya seperti pipa plastik.
Kamis, 29 Januari 2015
Posted by Unknown

Teknologi Wireless 802.11

   


IEEE802.11 adalah serangkaian spesifikasi kendali akses medium dan lapisan fisik untuk mengimplementasikan komunikasi komputer wireless local area network di frekuensi 2.4, 3.6, 5, dan 60 GHz. Mereka diciptakan dan dioperasikan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers. Versi dasar dirilis tahun 1997 dan telah melalui serangkaian pembaruan dan menyediakan dasar bagi produk jaringan nirkabel Wi-Fi.

Dalam IEEE ada code tertentu untuk standarisasi dalam teknologi komunikasi:
  • 802.1: LAN/MAN Management and Media Access Control Bridges
  • 802.2: Logical Link Control (LLC)
  • 802.3: CSMA/CD (Standar untuk Ehernet Coaxial atau UTP)
  • 802.4: Token Bus
  • 802.5: Token Ring (bisa menggunakan kabel STP)
  • 802.6: Distributed Queue Dual Bus (DQDB) MAN
  • 802.7: Broadband LAN
  • 802.8: Fiber Optic LAN & MAN (Standar FDDI)
  • 802.9: Integrated Services LAN Interface (standar ISDN)
  • 802.10: LAN/MAN Security (untuk VPN)
  • 802.11: Wireless LAN (Wi-Fi)
  • 802.12: Demand Priority Access Method
  • 802.15: Wireless PAN (Personal Area Network) > IrDA dan Bluetooth
  • 802.16: Broadband Wireless Access (standar untuk WiMAX)

Standarisasi IEEE 802.11a
   Standard IEEE 802.11a bekerja pada frekuensi 5GHz mengikuti standard dari UNII (Unlicensed National Information Infrastructure). Teknologi IEEE 802.11a tidak menggunakan teknologi spread-spectrum melainkan menggunakan standar frequency division multiplexing (FDM). Mampu mentransfer data hingga 54 Mbps

Standarisasi IEEE 802.11b
      Standar 802.11b saat ini yang paling banyak digunakan satu. Menawarkan thoroughput maksimum dari 11 Mbps (6 Mbps dalam praktek) dan jangkauan hingga 300 meter di lingkungan terbuka. Ia menggunakan rentang frekuensi 2,4 GHz, dengan 3 saluran radio yang tersedia. Transmisi data 5,4 hingga 11 Mbps.

Standarisasi IEEE 802.11c
     Standar 802.11c (disebut WiFi), yang menjembatani standar 802.11c tidak menarik bagi masyarakat umum. Hanya merupakan versi diubah 802.1d standar yang memungkinkan 802.1d jembatan dengan 802.11-perangkat yang kompatibel (pada tingkat data link).

Standarisasi IEEE 802.11d
      Standar 802.11d adalah suplemen untuk standar 802.11 yang dimaksudkan untuk memungkinkan penggunaan internasional 802,11 lokal jaringan. Ini memungkinkan perangkat yang berbeda informasi perdagangan pada rentang frekuensi tergantung pada apa yang diperbolehkan di negara di mana perangkat dari.

Standarisasi IEEE 802.11e
   Standar 802.11e yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas layanan pada tingkat data link layer. Tujuan standar ini adalah untuk menentukan persyaratan paket yang berbeda dalam hal bandwidth dan keterlambatan transmisi sehingga memungkinkan transmisi yang lebih baik suara dan video.

Standarisasi IEEE 802.11f
    Standar 802.11f adalah rekomendasi untuk jalur akses vendor produk yang memungkinkan untuk menjadi lebih kompatibel. Ia menggunakan Inter-Access Point Protocol Roaming, yang memungkinkan pengguna roaming transparan akses beralih dari satu titik ke titik lain sambil bergerak, tidak peduli apa merek jalur akses yang digunakan pada infrastruktur jaringan. Kemampuan ini juga hanya disebut roaming.

Standarisasi IEEE 802.11g
    Standar 802.11g menawarkan bandwidth yang tinggi (54 Mbps throughput maksimum, 30 Mbps dalam praktek) pada rentang frekuensi 2,4 GHz. Standar 802.11g mundur-kompatibel dengan standar 802.11b, yang berarti bahwa perangkat yang mendukung standar 802.11g juga dapat bekerja dengan 802.11b.

Posted by Unknown

N-Stream & Dual N-Stream.

  Apabila kita menghubungkan jaringan yang A dengan B agar bisa lanjay dan sinyal full tanpa krisis sinyal maka kita wajib menggunakan NSTREAM ini, kalau sinyal lemah juga tidak baik untuk jaringan Sob maka fungsi NSTREAM merupakan salah satu fitur wireless yang berguna untuk antena jarak jauh agar bisa memperkuat sinyal, NSTREAM ada dua yaitu NSTREAM dan NSTREAM Dual, berikut ini adalah sebuah konfigurasi dari nstream-nya
   
  Pertama buka dulu menu wireless> klik 2x Wlan1> kita setting yang untuk AP dulu


  Settingan untuk yang AP. Untuk Tab NSTREAM ikuti langkahnya seperti pada gambar:


  Kalau yang Station kita tingga centang enable NSTREAM dan yang frame policy sama frame limit hanya bisa mengikuti AP. Berikut ini gambarnya:
Posted by Unknown

Penjelasan Tentang Nv2 Protokol


  Nv2 protokol adalah Wireless Protocol dikembangkan oleh MikroTik untuk digunakan dengan Atheros 802.11 wireless chip. Nv2 didasarkan pada TDMA (Time Division Multiple Access) teknologi akses media bukan CSMA (Carrier Sense Multiple Access) media teknologi akses yang digunakan dalam perangkat 802.11 reguler.

   Media TDMA teknologi akses memecahkan masalah node tersembunyi dan meningkatkan penggunaan media, sehingga meningkatkan throughput dan latency, terutama dalam jaringan PTMP.

  Nv2 didukung untuk Atheros 802.11n chip dan chip 802.11a/b/g mulai dari AR5212, tetapi tidak di dukung pada chip AR5211 dan AR5210. Ini berarti bahwa kedua - perangkat 11n dan warisan dapat berpartisipasi dalam jaringan yang sama dan tidak diharuskan untuk meng-upgrade perangkat keras untuk melaksanakan Nv2 dalam jaringan.

   Media akses dalam jaringan Nv2 dikendalikan oleh Nv2 Access Point. Nv2 AP membagi waktu dalam "periode" ukuran tetap yang dinamis dibagi dalam downlink (data yang dikirim dari AP ke klien) dan uplink (data yang dikirim dari klien ke AP) bagian, berdasarkan antrian state di AP dan klien. Uplink waktu lebih lanjut dibagi antara klien tersambung berdasarkan kebutuhan mereka untuk bandwidth. Pada begginning setiap periode jadwal siaran AP yang memberitahukan klien ketika mereka harus mengirimkan dan jumlah waktu yang mereka dapat digunakan.

     Dalam rangka untuk mengizinkan klien baru dapat terhubung, Nv2 AP berkala memberikan waktu uplink untuk klien "unspecified" - ini selang waktu kemudian digunakan oleh klien segar untuk memulai pendaftaran ke AP. Kemudian AP estimasi delay propagasi antara AP dan klien dan mulai berkala penjadwalan waktu uplink untuk klien ini untuk melengkapi pendaftaran dan menerima data dari klien.

   Nv2 menerapkan tarif dinamis seleksi pada per-klien dasar dan ARQ untuk transmisi data. Hal ini memungkinkan komunikasi yang handal di link Nv2.

    Untuk menerapkan QoS Nv2 variabel priority dengan scheduler builtin QoS default yang dapat disertai dengan kebijakan QoS berdasarkan aturan firewall atau informasi prioritas disebarkan di seluruh jaringan menggunakan VLAN prioritas atau bit MPLS EXP.

status pelaksanaan protokol Nv2 

Pada versi 5.0rc1 Nv2 memiliki beberapa fitur berikut:
    --TDMA akses media 
    --WDS support WDS dukungan 
    --QoS support with variable number or priority queues QoS support dengan variabel nomor antrian atau priority.

Pada versi 5.0rc2:
    Data encryption

Pada versi 5.0rc3
    RADIUS authentication features

Pada versi 5.0rc4
    Added missing statistics fields

Fitur Nv2 yang BELUM MEMILIKI:
  --administrator controlled media access policy 
  --synchronization between Nv2 APs 
  --beberapa fitur lainnya


Kompatibilitas dan hidup berdampingan dengan Wireless Protocol lainnya

  Protokol Nv2 tidak kompatibel atau berdasarkan pada protokol lain Wireless yang tersedia atau implementasi, baik berbasis TDMA atau jenis lain, termasuk Motorola Canopy, Ubiquiti Airmax dan FreeBSD pelaksanaan TDMA. Ini berarti bahwa Nv2 hanya mendukung dan perangkat diaktifkan dapat berpartisipasi dalam jaringan Nv2.

    Perangkat 802.11 Regular tidak akan mengenali dan tidak akan dapat terhubung ke AP Nv2. perangkat RouterOS yang memiliki dukungan Nv2 (yaitu - telah 5.0rc1 RouterOS versi atau lebih tinggi) akan melihat AP yang Nv2 ketika mengeluarkan perintah scan, tetapi hanya akan terhubung ke AP Nv2 jika dikonfigurasi dengan benar.

   Sebagai Nv2 tidak menggunakan teknologi CSMA mungkin mengganggu jaringan lainnya dalam kanal yang sama. Dengan cara yang sama beberapa jaringan lain mungkin mengganggu jaringan Nv2, karena setiap sinyal lain dianggap noise.

Kunci poin tentang kompatibilitas dan koeksistensi:

     --RouterOS perangkat hanya akan bisa berpartisipasi dalam jaringan Nv2 
     --Perangkat RouterOs akan melihat AP Nv2 saat scan 
     --Channel jaringan Nv2 akan mengganggu jaringan lain dalam kanal yang sama 
     --Jaringan channel Nv2 mungkin akan terpengaruh oleh (Nv2 atau tidak) jaringan lain dalam kanal yang sama 

     -- Nv2 tidak akan terhubung ke jaringan lain yang berbasis TDMA
Posted by Unknown

Pengertian Tentang Wireless 802.11

 

  802.11 adalah sebuah standart yang digunakan dalam jaringan Wireless / jaringan Nirkabel dan di implementasikan di seluruh peralatan Wireless yang ada. 802.11 dikeluarkan oleh IEEE sebagai standart komunikasi untuk bertukar data di udara / nirkabel.

  Untuk berkomunikasi di udara / wireless / tanpa kabel, standart 802.11 menyatakan bahwa operasinya adalah Half Duplex, menggunakan frequensi yang sama untuk mengirim dan menerima data dalam sebuah WLAN. Tidak diperlukan licensi untuk menggunakan standart 802.11, namun harus mengikuti ketentuan yang telah di buat oleh FCC. IEEE mendefinisikan standart agar sesuai dengan peraturan FCC. FCC tidak hanya mengatur Frekuensi yang dapat di gunakan tanpa licensi tetapi juga level power dimana WLAN dapat beroperasi, teknologi transmisi yang dapat digunakan, dan lokasi dimana peralatan WLAN tertentu dapat di implementasikan.

   Untuk mendapat Bandwidth dari Sinyal RF (Radio), kita perlu mengirim data sebagai sinyal elektrik menggunakan metoda pemancaran tertentu. Salah satunya adalah Spread Spectrum.Pada tahun 1986, FCC menyetujui penggunaan Spread Spectrum di pasar komersial menggunakan apa yag disebut Pita Frekuensi Industry, Scientific, dan Medical (ISM)/ ISM Band. Untuk meletakkan data pada sinyal RF, perlu menggunakan teknik modulasi. Modulasi adalah teknik penambahan data ke sinyal carier / pembawa. Yang sering dipakai dan sudah familiar adalah Frequensi Modulation (FM) atau Amplitude Modulation (AM).

    Semakin banyak informasi yang di letakkan pada signal, spektrum frekuensi yang digunakan semakin banyak, atau dengan kata lain Bandwidth. Dalam Wireless Networking, kata bandwidth bisa berarti dua hal yang berbeda. Bandwidth dapat berarti data rate atau dapat berarti lebar puta dari channel Radio (RF).

       Pada Channel Radio non-license yang digunakan pada WLAN untuk transmisi data ada pada Frekuensi 900 Mhz, 2.4 Ghz, dan 5 Ghz. Hal ini dikontrol oleh FCC. Dan untuk pemakaian Frekuensi tersebut ditiap negara masing-masing berbeda pengunaannya. Di Indonesia frekuensi 2.4 Ghz tidak memerlukan Izin, kecuali frekuensi 5 Ghz dimana banyak digunakan oleh ISP ISP karena ketahanannya terhadap interferensi.

>> Tentang 802.11b

   IEEE 802.11b merupakan pengembangan dari standar IEEE 802.11 yang asli, yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan hingga 5.5 Mb/s atau 11 Mb/s tapi tetap menggunakan frekuensi 2.45 GHz. Dikenal juga dengan IEEE 802.11 HR. Pada prakteknya, kecepatan maksimum yang dapat diraih oleh standar IEEE 802.11b mencapai 5.9 Mb/s pada protokol TCP, dan 7.1 Mb/s pada protokol UDP.
Metode transmisi yang digunakannya adalah DSSS. Standard ini sempat diterima oleh pemakai didunia dan masih bertahan sampai saat ini. Tetapi sistem b bekerja pada band yang cukup kacau, seperti gangguan pada Cordless dan frekuensi Microwave dapat saling menganggu bagi daya jangkaunya. Standard 802.11b hanya memiliki kemampuan tranmisi standard dengan 11Mbps atau rata rata 5MBbit/s yang dirasakan lambat, mendouble (turbo mode) kemampuan wireless selain lebih mahal tetapi tetap tidak mampu menandingi kemampuan tipe a dan g.


>> Frekuensi 802.11 b
     IEEE 802.11b ini sudah digunakan pada jaringan publik maupun jaringan privat. Sejak 802.11b digunakan sebagai standar untuk jaringan wireless (WLAN), penelitian mengenai voice yang dilewatkan melalui jaringan ini membawa dampak yang besar untuk mendapatkan QoS pada VoIP yang lebih baik.

     Secara teoritis, jaringan 802.11b dapat mendukung kebutuhan komunikasi secara real time ketika terdapat koneksi line of sight untuk peer node atau ketika terjadi komunikasi antar node. Jarak dan halangan/obstacle juga menyebabkan loss dan burstiness. Pada aspek trafik, ketika trafik bertambah besar maka delay juga bertambah sehingga menyebabkan kualitas menjadi tidak bagus. Hasil pengukuran yang dilakukan diperoleh nilai loss, delay, dan jitter pada adhoc LOS indoor lebih besar dibandingkan pada adhoc LOS indoor pada jarak yang sama. Pada LOS outdoor jarak 100 meter (Jitter 1,49 ms, Delay 180,15 ms, loss 0,06 %), sedangkan pada indoor jarak 80 meter (Jitter 3,63 ms, delay 180,11 ms, loss 0,15%). Dengan melibatkan obstacle nilai yang didapat bervariasi sesuai dengan posisi endpoint, akan tetapi dibanding dengan LOS indoor nilai jitter, delay dan loss lebih besar karena adanya obstacle yang dapat memblok atau memantulkan sinyal radio. Dari hasil dengan competing trafik didapat semakin banyak node yang mengirimkan trafik TCP maka nilai jitter, delay dan loss semakin besar. Collision antar paket semakin besar sesuai dengan banyaknya node yang mengirimkan paket.
Posted by Unknown

Pengertian DNS Beserta Mode Kerja Nirkabel (WIRELESS) Mikrotik

Pengertian DNS (Domain Name System)

Domain Name System (DNS) merupakan sistem berbentuk database terdistribusi yang akan memetakan/mengkonversikan nama host/mesin/domain ke alamat IP (Internet Protocol) dan sebaliknya.
Struktur database DNS berbentuk hierarki atau pohon yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain.

  Praktikum Setting Mikrotik Routerboard 750
 Posted by Bobby putra frisella , January 29, 2015


 Alat dan bahan yang dibutuhkan  pada praktikum ini adalah :
1. PC / Laptop
2. Kabel UTP
3. Switch / Hub TP-link
4. Wireless router Blue-Link BL-R31N
5. Mikrotik routerboard RB750
6. Aplikasi Winbox
·         Cara Kerja


         Cara Kerja:
Berikut adalah cara kerja dari praktikum untuk Setting Mikrotik RouterBoard750 :
1. Sebelum melakukan seting mikrotik, kami akan mereset dulu mikrotik RB750 tersebut, karena kami memakai mikrotik yang sudah pernah dipakai sebelumnya dan kami tidak tahu passwordnya, caranya seperti berikut.
• Cabut kabel power mirotik
• Lalu tekan tombol reset dengan ujung pulpen sambil memasukan kembali kabel power dengan masih menekan tombol reset tersebut.
• Lalu LED ACK akan menyala dan beberapa saat kemudian akan berkedip
• Nah baru Lepas penanya setelah LED ACK tidak lagi berkedip, berarti mikrotik sudah ter-reset.

2. Hubungkan kabel lan dari port1 (ether1) mikrotik menuju Wireless router Blue-Link BL-R31N yang sudah terhubung dengan internet melalui Switch/Hub TP-link.

3. Kemudian untuk setting mikrotik dengan winbox hubungkan kabel lan dari port2 (ether2) mikrotik menuju ke PC / Laptop. (saya menggunakan ether 2 untuk menyetting mikrotik karena ether 1 sudah dihubungkan dengan Wireless router Blue-Link BL-R31N)

4. Buka aplikasi winbox isi dengan ip address mikrotik anda, jika sebelumnya anda belum pernah mengganti ip address pada mikrotik maka secara default ip address yang digunakan 192.168.88.1 ini adalah ip standar mikrotik pada routerboard, atau klik browse seperti yang di tunjuk anak panah pada gambar di bawah ini, lalu klik MAC Address 

5. Klik Connect

6. Jika sudah connect akan muncul tampila seperti gambar dibawah ini.

7. Selanjutnya kita akan mengatur ip address dari masing-masing port Ethernet mikrotik, caranya adalah klik menu ip >> address >> klik tanda plus berwarna merah

8. Setelah tanda plus merah di klik akan muncul tampilan New address, kali ini kami akan mengatur IP pada port Ethernet 1 (ether1) , ketikkan ip address yang diinginkan pada address sebagai contoh saya mggunakan ip 192.168.1.2/24, jika sudah klik OK

9. Selanjutnya kita akan menyetting port Ethernet 2 (ether2), lakukan seperti langkah sebelumnya. Kali ini sebagai contoh kami menggunakan ip 192.168.3.1/24

10. Lakukan langkah tersebut pada port-port Ethernet selanjutnya yang masih kosong.

11. Kemudian kita akan melakukan setting IP DHCP Client, nah dari sini kita akan mendapatkan ip public secara otomatis. Caranya adalah klik menu IP >> DHCP Client, lalu klik tanda plus berwarna merah.

12. Setelah tanda plus merah diklik, maka akan muncul tampilan New DHCP Client. Sebagai contoh pilih ether1 pada pilihan interface. (karena LAN yang ada akses internetnya kami hubungkan ke port ether1), jika sudah klik OK

13. Lalu dia akan melakukan searching secara otomatis.

14. Nah, jika statusnya sudah menjadi bound berarti proses sudah berhasil. Jika ingin melihat detainya tinggal double klik pada ether1, lalu klik tab status.

Pada address list akan bertambah satu ip lagi
15. Setelah itu kita akan melakukan setting IP DHCP Server supaya host bisa mendapatkan akses internet melalui port-port  Ethernet yang ada dimikrotik (kecuali port ether1 karena port tersebut sudah dipakai untuk menghubungkan mikrotik dengan ISP). Caranya adalah klik menu IP >> DHCP Server,  lalu klik DHCP Setup
• Setalah diklik DHCP setup maka akan muncul pilihan DHCP Server Interface. Lalu pilih port yang akan disetting. Sebagai contoh port ether 2, klik next.

16. sebagai contoh saya hanya menggunakan port etther2, selanjutnya jika ingin mensetting DHCP Server pada port-port ethernet yang lainya lakukan dengan cara yang sama seperti langkah setting DHCP Server sebelumnya, tetapi anda harus mengatur IP Address port ethernetnya dulu di menu IP >> address.


17. Sekarang laptop yang terhubung di ether2 sudah bisa mengakses internet

Sekian Tutorial dari saya, semoga bermanfaat.. Trima kasih atas kunjunganya.. 



Rabu, 28 Januari 2015
Posted by Unknown

Pengertian Command Line Interface(CLI) Beserta Perintah Dasar Pada Mikrotik


Pengertian CLI

Command Line Interface(CLI).




  CLI adalah tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melaluitext-terminal. Pengguna menjalankan perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan baris-baris tertentu.

Meskipun saat ini mikrotik sudah memiliki antarmuka Grafis seperti Winbox dan Webfig tapi perintah-perintah dasar CLI juga kerap diperlukan dalam melakukan settingan pada mikrotik apalagi jika hendak menggunakan fitur-fitur seperti management bandwidth. Perintah CLI juga sangat diperlukan jika hendak membuat aplikasi yang belum ada pada Mikrotik menggunakan API (Application Programming Interface). Berikut adalah perintah Dasar Mikrotik beserta fungsinya


1. INTERFACE PRINT = digunakan untuk melihat informasi interface yang ada pada mikrotik

2. IP ADDRESS PRINT = digunakan untuk melihat informasi IP Address pada masing-masing Interface Mikrotik

3. IP SERVICE PRINT = digunakan untuk melihat informasi service yang ada pada mikrotik

4. SYSTEM SHUTDOWN = digunakan untuk men-shutdown mesin mikrotik

5. SYSTEM REBOOT = digunakan untuk merestart mesin mikrotik

6. SYSTEM BACKUP SAVE = digunakan untuk Membackup Settingan Mikrotik

7. IP DNS PRINT = digunakan untuk menampilkan informasi DNS pada mikrotik

8. IP ROUTE PRINT = digunakan untuk menampilkan informasi tabel routing pada mikrotik

9. PASSWORD = digunakan untuk mengganti password Mikrotik

10. USER PRINT = digunakan untuk melihat informasi user yang ada di mikrotik

11. SYSTEM IDENTITY SET NAME = digunakan untuk mengganti nama mesin mikrotik

12. IP ADDRESS ADD ADDRESS=192.168.x.x/24 INTERFACE=ether = digunakan untuk menambahkan IP Address pada interface mikrotik

13. INTERFACE SET NAME=nama Nomor = digunakan untuk merubah nama interface Mikrotik

14. SYSTEM PACKAGE PRINT = digunakan untuk melihat informasi package yang ada di mikrotik

15. USER ADD NAME=USER GROUP=FULL PASSWORD=PASSUSER = digunakan untuk menambahkan user baru pada mesin mikrotik

16. IP ROUTE ADD GATEWAY=192.xx.x.x = digunakan untuk menambahkan gateway

17. IP DNS SET SERVERS=x.x.x.x,x.x.x.x = digunakan untuk menambahkan informasi DNS server pada mikrotik

18. SYSTEM RESOURCE PRINT = digunakan untuk melihat informasi resource perangkat

19. IP ADDRESS REMOVE Nomor = digunakan untuk menghapus IP Address pada interface mikrotik

20.FILE PRINT = digunakan untuk melihat informasi file yang ada pada mesin mikrotik

21.IP POOL PRINT = digunakan untuk melihat informasi IP POOL pada mesin mikrotik



Kamis, 22 Januari 2015
Posted by Unknown

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © SHARING ILMU TEKNOLOGI -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -